Tuesday, November 18, 2014

SUSTAINABLE ECO DEVELOPMENT


Sustainable Eco Development (SED) merupakan salah satu dari 3 pilar ciri khas yang dimiliki Universitas Pembangunan Jaya. Seluruh anggota organisasi sepakat untuk selalu melestarikan lingkungan mulai dari hal-hal kecil di sekitar mereka.

Monday, November 17, 2014

PROSES PRODUKSI BERITA TELEVISI


Pernahkan Anda berpikir bagaimana berita yang Anda tonton di televisi dapat disajikan dengan ringkas, menarik, dan cepat? dibalik berita yang disajikan tentu melewati proses-proses yang bisa dikatakan cukup rumit, menurut saya hehe. Proses produksi berita televisi menurut Andi Fachruddin dalam buku Dasar-Dasar Produksi Siaran Televisi adalah sebagai berikut.

1. Pra Produksi
Perencanaan dan detail petunjuk pelaksanaan produksi konten audiovisual harus dibuat terlebih dahulu. Perencanaan pengambilan gambar, story board, sehingga memiliki panduan dalam mengatur shot. Ide peliputan dibahas dalam sebuah rapat redaksi membicarakan setiap ide liputan dan menimbangnya dari berbagai hal. Pembahasan rapat termasuk focus pada informasi yang harus diperoleh, gambar yang harus direkam, dan narasumber yang harus diwawancarai.

2.Produksi
 Ide atau rencana yang dibuat dengan wishlist setelah disepakati redaksi bisa jadi berbeda dengan kondisi di lapangan. Redaksi dan jurnalis televisi melakukan komunikasi terus untuk memantau perkembangan setiap isu penting dan menarik. Realita narasumber tidak sesuai yang dibayangkan, perkembangan di lapangan yang jauh lebih menarik, dan hambatan eksternal (alami) yang tak terduga. Maka seorang jurnalis harus memiliki alternatif rencana, sehingga proses produksi bisa berjalan sesuai rencana. Serta memastikan ketersediaan materi berita tidak kehilangan momentum apalagi dengan competitor kuatnya.

3.Pasca produksi
Menjelang berita on air, rapat redaksi (istilahnya: budgeting) menyusun komposisi berita berdasarkan kebijakan redaksi dalam sebuah “rundown program berita”. Rapat final mengevaluasi urgensi berita dalam rundown (akan ditayangkan), apakah sesuai dengan rapat redaksi di awal serta mensinkronkannya dengan situasi terakhir. Editing naskah oleh produser dan editing gambar oleh editor diproses bersamaan. Dalam tahap ini, segala aspek teknis naskah dan gambar yang akan ditayangkan diperhitungkan. Gambar biru (bluish), tidak fokus, goyang, sedapat mungkin tidak dipergunakan kecuali memiliki nilai berita besar (karya jurnalistik televisi) dan gambar yang standar broadcast belum diterima (Fachruddin, 2012: 18-20)

JENIS - JENIS BERITA TELEVISI

Karya jurnalistik mengutamakan kecepatan penyampaian, mengusung informasi dari sumber pendapat, realita, dan peristiwa. Lalu apa saja jenis-jenis berita???

1. Berita aktual yang bersifat time concern
2. Berita non aktual yang bersifat timeless
3. Penjelasan yang bersifat aktual atau sedang hangat-hangatnya, yang tertuang dalam sejumlah acara seperti : monolog (pengumuman harga BBM, pidato Kepala negara), dialog (bisa berupa wawancara atau diskusi), laporan, dan siaran langsung (komentar, reportase) 

Onong Uchjana membagi berita televisi dalam beberapa jenis, yaitu :

WARTA BERITA
  
Warta berita atau berita langsung diterjemahkan dari straight newscast atau spotnews, yaitu  jenis berita yang merupak laporan tercepat mengenai suatu peristiwa yang terjadi di masyarakat. Penyusunan berita televisi pada umumnya mengikuti pola yang mencakup faktor-faktor :
a. rumus 5W+1H
b. bentuk piramida terbalik

PANDANGAN MATA (On The Spot Telecast)
 
Berita pandangan mata awalnya hanya berbentuk siaran langsung dari tempat terjadinya peristiwa ( on the spot reporting). Jenis berita ini menjadi suplemen atau pelengkap dari tayangan berita televisi untuk memberi kepuasan kepada penonton terhadap berita-berita spot yang biasa ditonton. Jenis ini menjadi salah satu kekuatan sekaligus daya tarik televisi dalam menyaingi pemberitaan berita media cetak. Sifat utama berita ini adalah tidak mengalami proses editing, dan langsung disiarkan dari tempat terjadinya peristiwa . Dalam berita ini reporter lebih bersifat memberi penjelasan daripada memberikan ulasan, karena penonton senddiri langsung melihat apa yang sedang berlangsung 

WAWANCARA UDARA (Interview On Air)

Berita ini adalah wawancara yang dilakukan pewawancara (interviewer)  dengan terwawancara (interviewee). Program ini mendapat perhatian dari masayarakat karena dari seorang interviewee biasanya diperoleh keterangan first hand (tangan pertama) dari orang yang bersangkutan. Wawancara udara berlangsung lebih dari 2 menit.

KOMENTAR 

Commentary atau komentar adalah uraian yang bersifat analisis dengan titik tolak suatu fakta yang telah disiarkan sebelumnya pada program straight newscast. 

KELOMPOK BERITA


Pada post perdana, saya membahas tentang apa arti berita, nilai-nilai berita, dan bagaimana format berita. Kali ini saya akan membahas lebih lanjut tentang pengelompokkan berita.

Tentunya Anda semua masih ingat dong apa arti berita??? Masih lupa? Ok sekedar mengingatkan berita itu artinya laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai yang penting, menarik bagi sebagian orang. Singkatnya begitu. 

Secara umum, berita dikelompokkan ke dalam :

1. Berita Keras (Hard News)
- Straight news à berita-berita aktual, isinya lebih pada melaporkan sebuah peristiwa.
Misal : laporan peristiwa politik, ekonomi, masalah sosial, dan kriminalitas
- Soft news à berita-berita yang lebih ringan, sering disebut juga news feature
Misal : olahraga, kesenian, perayaan

2. Berita kisah (Feature)
Lebih bersifat naratif, berkisah tentanf aspek-aspek insani (human interest). Ada beragam jenis berita kisah, yaitu :
1. Feature Berita (News Feature/ Sidebar)
2. Feature Sejarah ( Hystorical Feature)
3. Feature Minat Insani ( Human Interest Feature)
4. Feature Profil atau Biografi ( Biographical Feature)
5. Feature perayaan Musiman (Seasonal Feature)
6. Feature Petunjuk Praktis (How To Do It Feature)
7. Feature Interpretatif
8. Feature Ilmiah/ Ilmu Pengetahua ( Scientific Feature)
9. Feature Perjalanan (Travel Feature)

3. Laporan Mendalam (Depth Reporting)
Pelaporan perisitiwa secara mendalam, merupakan pengembangan dari berita yang sudag muncul atau berita baru yang diperoleh suatu informasi yang ada di bawah oermukaan. Bermula daru suatu berita yang masih belum selesai pengungkapannya dan bisa dilanjutkan kembali, dalam istilah redaksi biasanya disebut di follow up (diteruskan)

4. Berita investigasi/ berita penyelidikan (Investigative Reporting)
Merupakan kelanjutan dari in-depth reporting. Tujuan investigasi adalah menyajikan kejernihan, bukan kebohongan, dan kebingungan. Objek yang dibahas berikut modus operandi dan aktor yang terlibat perlu dibuat jelas dan spesifik.

5. Berita Gambar (Journalistic Photography)
Foto jurnalistik adlah suatu media sajian informasi berupa bukti visual (gambar) atas berbagai peristiwa yang disampaikan kepada masyarakat seluas-luasnya dengan tempo waktu yang cepat.

Utami, Budi. (2011). Dasar-dasar Jurnalistik Televisi : Universitas Budi Luhur.