Monday, November 17, 2014

PROSES PRODUKSI BERITA TELEVISI


Pernahkan Anda berpikir bagaimana berita yang Anda tonton di televisi dapat disajikan dengan ringkas, menarik, dan cepat? dibalik berita yang disajikan tentu melewati proses-proses yang bisa dikatakan cukup rumit, menurut saya hehe. Proses produksi berita televisi menurut Andi Fachruddin dalam buku Dasar-Dasar Produksi Siaran Televisi adalah sebagai berikut.

1. Pra Produksi
Perencanaan dan detail petunjuk pelaksanaan produksi konten audiovisual harus dibuat terlebih dahulu. Perencanaan pengambilan gambar, story board, sehingga memiliki panduan dalam mengatur shot. Ide peliputan dibahas dalam sebuah rapat redaksi membicarakan setiap ide liputan dan menimbangnya dari berbagai hal. Pembahasan rapat termasuk focus pada informasi yang harus diperoleh, gambar yang harus direkam, dan narasumber yang harus diwawancarai.

2.Produksi
 Ide atau rencana yang dibuat dengan wishlist setelah disepakati redaksi bisa jadi berbeda dengan kondisi di lapangan. Redaksi dan jurnalis televisi melakukan komunikasi terus untuk memantau perkembangan setiap isu penting dan menarik. Realita narasumber tidak sesuai yang dibayangkan, perkembangan di lapangan yang jauh lebih menarik, dan hambatan eksternal (alami) yang tak terduga. Maka seorang jurnalis harus memiliki alternatif rencana, sehingga proses produksi bisa berjalan sesuai rencana. Serta memastikan ketersediaan materi berita tidak kehilangan momentum apalagi dengan competitor kuatnya.

3.Pasca produksi
Menjelang berita on air, rapat redaksi (istilahnya: budgeting) menyusun komposisi berita berdasarkan kebijakan redaksi dalam sebuah “rundown program berita”. Rapat final mengevaluasi urgensi berita dalam rundown (akan ditayangkan), apakah sesuai dengan rapat redaksi di awal serta mensinkronkannya dengan situasi terakhir. Editing naskah oleh produser dan editing gambar oleh editor diproses bersamaan. Dalam tahap ini, segala aspek teknis naskah dan gambar yang akan ditayangkan diperhitungkan. Gambar biru (bluish), tidak fokus, goyang, sedapat mungkin tidak dipergunakan kecuali memiliki nilai berita besar (karya jurnalistik televisi) dan gambar yang standar broadcast belum diterima (Fachruddin, 2012: 18-20)

No comments:

Post a Comment